SCRIPT IKLAN SOBAT KIRI
SCRIPT IKLAN SOBAT KANAN

Tuesday, 26 July 2011

KRITIK DALAM LAGU


Pada kesempatan ini saya akan sedikit mengupas makna yang  terkandung dalam lirik-lirik lagu yang tercipta oleh musisi kita.
Iwan Fals “Galang Rambu Anarki”
Lagu ”Galang Rambu Anarki”, keluar pada album Opini. Album tersebut menjadi lebih ‘nakal’ liriknya. Lagu Galang Rambu Anarki menyentuh emosi pendengarnya, rupanya Iwan Fals pandai mengambil momen kenaikan harga BBM yang dianggap tinggi saat itu bersamaan dengan kelahiran anak pertamanya menyebabkan harga-harga menjadi melonjak. Lagu tersebut sempat menjadi hits pada waktu itu karena dianggap mewakili suara dan jeritan masyarakat.
”Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu 

 
Ditandai BBM membumbung tinggi...”
            Dalam lirik tersebut menceritakan kelahiran anak Iwan Fals yaitu Galang Rambu Anarki. Pada waktu kenaikan BBM yang cukup meresahkan masyarakat pada Tahun 1982-an. Lirik lagu tersebut menekankan sebuah kritik yang cukup tajam, lugas dan cukup berani, apalagi ketika itu posisi negara begitu kuat sehingga kritik yang menyentuh pemerintah bisa saja berurusan dengan pihak keamanan.
Kemudian kritik dalam lagu tersebut dilanjutkan dengan lirik akibat dari kebijakan tersebut seperti dalam kutipan berikut 
”Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi..”

Ketika dilirik awal sebagai pemunculan isu utama yaitu kenaikan BBM sebagai lirik pembuka. Lirik berikutnya memperlihatkan kondisi yang bakalan terjadi yaitu ”BBM naik tinggi (susu tak terbeli)....,Mungkin anak kami kurang gizi”. Kata-kata yang terkandung dalam lirik tersebut sepertinya mulai masuk    ke ranah realitas sosial dan ranah politik. ”Orang pintar tarik subsidi” merupakan lirik yang menuju pada sasaran yang akan diserang dalam kritikan tersbut yaitu pengambil kebijakan.
Lirik berikutnya merupakan sebuah perlawanan dari realitas yang telah diurai dalam lirik-lirik awal ;
”Galang Rambu Anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu...
”Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku...” adalah lirik pembebasan yang mengisyaratkan harus adanya perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berpihak tersebut. Pengulangan lirik yang terakhir sebanyak tiga kali, mengindikasikan bahwa Iwan Fals  ingin menegaskan perlunya perlawanan terhadap kondisi sosial yang tidak berpihak seperti yang terjadi pada waktu itu.
Read more »

Monday, 28 March 2011

global warming

global warming, lapisan udara (ozon) bumi yang semakin menipis menyebabkan kondisi, cuaca, iklim di bumi menjadi berubah, bahkan sangat extrim.

jika di usim hujan, dapat menimbulkan badai, banjir bandang, pasang air laut tidak dapat ditentukan. terjadinya badai petir, karena lapisan udara yang menipis, udara dari luar semakin tidak menentu. ahirnya ngin saling bergesekan dan menimbulkan berbagai badai, seperti badai petir, badai laut dan lain-lain


jika pda  musim kemarau dapat menimbulkan kekeringan panjang, bahkan dapat menimbulkan bada api. Badai api ini disebebkan dari gesekan angin muson yang kencang dengan lapisan/ permukaan bumi yang kering, bercampur pusaran angin seperti badai. Ahirnya percikan api bercampur denggan pusaran angin yang kencang menjadi badai api yang dapat mluluhlantakan apa saja yang ada di sekitarnya.
Read more »

Sunday, 12 December 2010

one_piece_Indo.jpg

Read more »